The 7th International Law Moot Court Competition

Deadline: 10 Oktober 2013

Deskripsi Kegiatan:
Seiring bertambahnya usia Indonesia sebagai negara yang sah diakui kedaulatannya oleh dunia internasional, semakin besar pula peran Indonesia dalam hubungan antar negara, baik dalam bidang ekonomi, politik, budaya, dan hukum. Untuk setiap keterlibatannya dalam forum internasional, Indonesia memerlukan perwakilan yang dapat memperjuangkan kepentingan negara dengan baik. Memahami proyeksi persaingan global dewasa ini, fokus kepada pendidikan hukum secara teoritis saja tidaklah cukup. Indonesia dituntut untuk memiliki insan-insan yang cakap dengan keterampilan diplomatis, utamanya dalam perihal hukum internasional. Sudah saatnya bagi para calon pemimpin muda untuk mendekatkan diri dengan isu-isu internasional dan berpikir secara kritis untuk menanggapi keberadaan dan pola penanggulangannya.
Kebutuhan ini bukan hanya dirasakan Indonesia, tetapi juga oleh komunitas internasional. Berangkat dari urgensi untuk melatih kemampuan advokasi calon-calon pemimpin masa depan, beberapa negara serta organisasi internasional telah mengadakan kompetisi-kompetisi peradilan semu (moot court) tingkat internasional, yang adapun telah diikuti oleh Indonesia, seperti Philip C. Jessup Moot Court Competition (Washington D.C.,), Red Cross International Humanitarian Law Moot Court Competition (Hong Kong), ELSA Moot Court Competition on World Trade Organization Law (Taiwan) dan Willem C. Vis International Commercial Artbitration Moot (Hong Kong).
Universitas Pelita Harapan (UPH) merupakan salah satu universitas yang secara berkala mengikuti kompetisi moot court tersebut dan dalam beberapa tahun terakhir ini mampu menunjukan serta mempertahankan prestasinya dalam kompetisi moot court secara nasional, regional, maupun internasional. UPH telah mewakili Indonesia untuk bersaing di tingkat internasional, dengan universitas- universitas dari segala penjuru dunia.
Dengan visi jangka panjang untuk menghasilkan lulusan yang berprestasi dalam bidang hukum internasional, International Law Moot Court Community (ILMCC), sebuah organisasi kemahasiswaan hukum, bekerjasama dengan Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan, mengambil inisiatif untuk mengajak calon-calon pemimpin muda dalam mengasah intelektualitas, kelihaian berargumentasi, dan kemahiran public speaking terkait isu- isu hukum internasional sejak dini dengan menyelenggarakan kompetisi moot court bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Jabodetabek, yaitu ”The 7th UPH Faculty of Law International Law Moot Court Competition for High School Students.”
UPH Faculty of Law International Law Moot Court Competition for High School Students (HSM) merupakan acara tahunan yang diadakan sejak tahun 2007, dan tahun ini merupakan tahun ke-7 acara ini akan digelar. UPH juga merupakan universitas pertama yang menyelenggarakan kompetisi moot court untuk pelajar-pelajar tingkat SMA di Indonesia.

Penyelenggara: 
International Law Moot Court Community (ILMCC) UPH Faculty of Law

Kepesertaan:
Peserta HSM adalah siswa/i SMA seluruh Jabodetabek yang terdaftar sebagai siswa/i aktif di sekolah-sekolah yang bersangkutan. Masing-masing sekolah hanya diperbolehkan mengirim maksimum 3 (tiga) tim. Komposisi dari satu tim harus terdiri dari minimal 2 (dua) orang dan maksimal 3 (tiga) orang peserta.

Bentuk Kegiatan:
  1. Workshop Mengenai Hukum Internasional dan Moot Court. Sesuai dengan harapan untuk menyebarkan pengetahuan mengenai hukum internasional dan moot court sendiri, akan diadakan sebuah workshop mengenai kedua subjek tersebut yang akan dipandu oleh ahli hukum professional. Workshop ini akan dibuka untuk publik.
  2. Kompetisi Moot Court. Moot court secara garis besar adalah simulasi pengadilan antara dua pihak yang bersengketa di hadapan sebuah pengadilan/forum. Kompetisi moot court diadakan untuk membina keterampilan advokasi para peserta yang mencakup penelitian, analisa hukum, penulisan dan kefasihan berpidato.

Sistem Kompetisi:
Para peserta akan diberikan sebuah kasus fiktif mengenai hukum humaniter internasional (International Humanitarian Law). Adapun kasus pada HSM ke-7 akan membahas pelanggaran perang (war crime) serta kejahatan atas kemanusiaan (crime against humanity) seputar genosida, dengan nama kasus Prosecutor v. President Marvolo. Forum yang digunakan adalah Pengadilan Kriminal Internasional (International Criminal Court).
Secara teknis, kompetisi ini terdiri dari 2 (dua) tahap yaitu:
  1. Pembuatan Memorial. Pada tahap ini, para peserta akan mengidentifikasikan isu hukum yang ada dari kasus yang diberikan serta melakukan penelitian untuk nantinya disusun dalam menjadi suatu argumen dalam bentuk tertulis (memorial) untuk kedua sisi yaitu jaksa penuntut (prosecutor) dan terdakwa (defendant). Peserta diharuskan menyelesaikan penyusunan memorials dan menyerahkan memorial tersebut kepada panitia pada 15 Oktober 2013.
  2. Presentasi Lisan (Oral Pleading). Pada hari kompetisi, peserta akan mempresentasikan argumen mereka dalam bentuk lisan atau oral pleading melawan peserta dari sekolah lain di hadapan panel hakim (judges). Dalam tahap ini, para judges akan menganalisa dan menilai presentasi dan jawaban-jawaban para peserta.

Jadwal Kegiatan:
Workshop Hukum Internasional: 5 Oktober 2013
Technical Meeting: 1 November 2013
Kompetisi High School Moot Court: 2-3 November 2013

Ketentuan Pendaftaran:
  1. Pendaftaran dimulai pada tanggal 19 Agustus s.d. 10 Oktober 2013.
  2. Pendaftaran terdiri dari dua tahap, yaitu pendaftaran peserta dan pembayara uang pendaftaran.
  3. Untuk pendaftaran peserta: Mengisi Formulir Pendaftaran Peserta (terlampir), Melampirkan Surat Keterangan sebagai peserta dari sekolah yang bersangkutan, Formulir Pendaftaran Peserta dan Surat Keterangan sebagai peserta di-scan dan diserahkan melalui lampiran e-mail (attachment) ke alamat email: uph.hsmcc@gmail.com, selambatnya tanggal 10 Oktober 2013.
  4. Pembayaran uang pendaftaran: Setiap tim wajib membayar biaya pendaftaran peserta saat pendaftaran, Biaya pendaftaran dapat dibayarkan melalui rekening: BCA 7610654473 a.n. Michael August Nugraha / Jevon Zeliq Gasali, Bukti tanda pembayaran di-scan dan diserahkan melalui lampiran e-mail (attachment) ke alamat email: uph.hsmcc@gmail.com, selambatnya tanggal 11 Oktober 2013.
  5. Setiap peserta wajib melakukan registrasi atau daftar ulang pada tanggal 1 November 2013 sebelum Technical Meeting dimulai. Daftar ulang dilakukan dengan menyerahkan: Formulir Pendaftaran Peserta, Surat Keterangan sebagai peserta dari sekolah yang bersangkutan, dan Menunjukkan kartu pelajar asli. 
  6. Bagi peserta yang telah membayar uang pendaftaran namun kemudian tidak mendaftar ulang sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh panitia atau membatalkan keikutsertaannya, uang pendaftaran tidak dapat dikembalikan.

Biaya Pendaftaran: 
Biaya Pendaftaran (per satu tim): Rp. 400.000,00.
Early Bird (sebelum 15 September): Rp. 300.000,00.
Sekolah yang baru pertama kali mengikuti HSM akan mendapatkan potongan harga sebesar Rp.100.000,00

Hadiah dan Penghargaan:
  1. The Champion: Rp. 3.000.000,- + Piala + Sertifikat + Beasiswa fakultas hukum UPH sebesar 75% (untuk dua orang murid)
  2. The 1st Runner Up: Rp. 2.500.000,- + Piala + Sertifikat + Beasiswa fakultas hukum UPH sebesar 50% (untuk dua orang murid)
  3. The 2nd Runner Up: Rp. 2.000.000,- + Piala + Sertifikat+ Beasiswa fakultas hukum UPH sebesar 25% (untuk dua orang murid)
  4. Best Oralist Award: Rp. 500.000,- + Piala + Sertifikat + Beasiswa fakultas hukum UPH sebesar 100%.
  5. Best Memorial Award: Rp. 1.500.000,- + Piala + Sertifikat
  6. Spirit Awards: Rp. 500.000,- + Piala + Sertifikat

Informasi:
Jessica - 081808282090
Sabrina - 08176040025

NB ! Silahkan Copy paste, dengan tetap mencantumkan sumber ke info-lomba.com juga. Trims :-) Follow twitter kami: @infolomba_indo

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "The 7th International Law Moot Court Competition"

Poskan Komentar

Sebelum mengikuti lomba, sangat disarankan supaya anda menghubungi contact person atau sumber dari Info Lomba yang tercantum di atas.
Jika ada info lomba yg mencurigakan silahkan laporkan ke admin via email.